Tren Manufaktur Saat ini hingga Tahun 2022

Published on
Reading Time: 2 minutes

Manufaktur adalah salah satu industri kunci yang paling mendapat pengaruh dalam Industri 4.0. Bahkan, menurut program pemerintah “Making Indonesia 4.0”, manufaktur ditargetkan dapat memberi kontribusi pada Produk Domestik Bruto negara sebesar 21 hingga 26 persen pada tahun 2030. Dengan demikian, penting sekali bagi setiap perusahaan manufaktur Indonesia untuk mengetahui tren utama yang mengendalikan pertumbuhan perusahaannya saat ini hingga tahun 2022.

Dalam acara Industrial-Transformation Asia Pacific yang diadakan di Singapura pada Oktober 2018 lalu, Satya Narahan Sahu, Direktur SAP Asia Pacific Japan Leonardo Senior Solution, membagikan informasi tentang tren yang akan mengubah lanskap industri manufaktur.

  1. Pay-per-use. Perusahaan manufaktur akan menggunakan model pay-per-use untuk layanan digital dan perangkat lunak, baik untuk mesin maupun perlengkapan.

  2. Produk cerdas dengan kemampuan IoT dan edge intelligenceDalam kurun waktu lima tahun mendatang, bisa dipastikan perusahaan komponen dan mesin industri (IM&C) akan menggunakan produk dengan kemampuan IoT dan teknologi machine learning.

  3. Pengenalan layanan baru untuk meningkatkan pendapatan. Akan terjadi usaha terencana untuk berbuat lebih dari sekedar manufaktur; perusahaan akan beralih pada infrastruktur dan teknologi IoT untuk menyediakan layanan baru untuk setiap lini bisnis.

  4. Meningkatkan layanan purna jual untuk meningkatkan pendapatan. Perusahaan akan meningkatkan portofolio layanan mereka, yang mencakup layanan yang ditunjang IoT, dan bahkan menyediakan layanan purna jual untuk produk kompetitor.

  5. Jaringan lintas-industri untuk meningkatkan efisiensi. Perusahaan komponen dan mesin industri (IM&C) akan meninggalkan jaringan tradisional dan menciptakan jaringan lintas-industri untuk meningkatkan efisiensi operasional di seluruh siklus aset perusahaan.

  6. Tambahan perangkat lunak pada produk. Perangkat lunak dan firmware yang lebih banyak akan ditambahkan pada produk untuk meningkatkan fungsinya dan menambah kemampuan digitalnya.

  7. Digital twin untuk mengatur bentuk dan kegunaan. Akan terjadi adopsi digital twin secara besar-besaran. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut tentang digital twin.

  8. Plug and Produce untuk meningkatkan fleksibilitas manufaktur. Untuk meningkatkan kelancaran, perusahaan manufaktur akan menggunakan pendekatan Plug and Produce. Sebagaimana arti kata tersebut, produk plug-and-produce akan dengan mudah disambungkan dan dinyalakan—dan sistem ini akan bekerja secara efektif.

  9. Virtual Reality dan Augmented Reality pada operasi harianVirtual Reality dan Augmented Reality akan segera menjadi bagian dari operasi harian manufaktur. Teknisi perbaikan akan menggunakan teknologi canggih ini untuk melakukan perbaikan terpandu secara jarak jauh.

  10. Machine Learning dan big data dalam penjadwalan dan perencanaan manufaktur. Pelaku usaha mengetahui manfaat yang sangat besar dari penggunaan algoritma pembelajaran mesin dalam operasi mereka, khususnya dalam hal proses penjadwalan dan perencanaan.

  11. Penjualan sistem omni-channel terdigital. Pelanggan perusahaan komponen dan mesin industri (IM&C) menuntut proses penjualan yang sederhana dan pengalaman berbelanja yang memuaskan. Tren ini mendorong pelaku usaha untuk mengadopsi keterlibatan pelanggan dengan pendekatan omni-channel.

Indonesia diharapkan dapat memajukan inisiatif transformasi digital dan meningkatkan teknologi ini untuk mewujudkan visi Menciptakan Indonesia 4.0

Kami ingin mengetahui pendapat Anda tentang Industri 4.0 dan bagaimana perusahaan Anda mempersiapkan diri untuk perubahan ini! Isi survei di sini hari ini.

What Others Are Reading